hp Android keluaran 2011

5 HP Kentang Nan Legendaris, Ponsel Jadul yang Penuh Kenangan

Sebuah istilah yang kembali menyeruak di tengah-tengah khalayak ramai, mulai sering diucapkan. Penggunaan istilah HP kentang menjadi cukup populer dalam beberapa tahun belakangan, seiring semakin berkembang pesatnya teknologi ponsel smartphone.

Penggunaan istilah ini pada dasarnya adalah berlawanan dengan semakin mutakhirnya smartphone di jaman sekarang. Istilah HP Kentang digunakan untuk ponsel-ponsel jadul dengan spesifikasi super minimalis jika dibandingkan dengan perangkat Android di zaman sekarang.

Penyebutan HP kentang biasanya terlontarkan ketika seseorang tengah menggunakan HP antik-nya tersebut, tetapi karena kemampuan chipsetnya yang sangat rendah & kapasitas RAM yang kecil membuat sang owner menjadi jengah & secara reflek mengucapkan ” Dasar HP kentang, buat buka aplikasi gini doang aja lemot amat sih”

Nah, hal di atas adalah salah satu contoh kasus tentang bagaimana istilah HP kentang bergentayangan di tengah-tengah masyarakat kita. Namun sudah tahukah kita, kira-kira seperti apa sih bentuk dari Handphone Jadul yang acapkali membuat gondok penggunanya ini?

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan bahas, 5 HP kentang legendaris nan eksotis, yang bakal membuat penggunanya geleng-geleng kepala di zaman sekarang ini. Langsung saja Check This Out:

1. Handphone Android dengan RAM di bawah 1 GB

Kapasitas RAM pada smartphone
credit: Android Authority

Untuk kamu yang sudah mempunyai Ponsel Android sejak era tahun 2015 ke bawah, pastinya kamu sudah pernah merasakan bagaimana Anda menggunakannya untuk melakukan multitasking serta menjalankan game dengan cukup lancar tanpa kendala berarti bukan?

Namun dunia berubah sejak Negara api menyerang. Semakin bertambahnya tahun, ponsel Anda terasa semakin lamban, lemot & sering mengalami lag. Hal ini membuat Anda capek, lelah, lesu, lunglai, hingga akhirnya selang berapa tahun kemudian, Anda akhirnya menyerah & membeli Smartphone dengan kapasitas RAM yang lebih tinggi.

Dan pasti ada beberapa dari kalian yang berpindah brand karena pengalaman pahit, getir, merana, pedih membuat Anda trauma & mengalami tekanan batin. Akhirnya Anda menderita phobia terhadap satu merk Smartphone tertentu.

Ayo ngaku saja, Anda pernah seperti itu kan? sebelum akhirnya orang konter, reviewer Youtube atau teman memberi tahu, bahwa yang membuat ponsel Anda lemot bukan karena merknya, tapi karena memang kapasitas RAM yang sudah sumpek karena menjalankan sekian banyak aplikasi secara bersamaan, namun RAM-nya segitu-gitu aja.

2. Chipset atau Prosesor yang Ketinggalan Zaman

chipset handphone paling ngebut saat ini
credit: Digital Trends

Di zaman dahulu kala, ketika featured phone mendominasi dunia per-ponsel-an. Istilah Chipset atau Prosesor merupakan suatu hal yang asing & tabu . Anda masih ingat dengan Handphone-handphone yang populer sebelum Android menjajah dunia ini?

Ayolah.. jangan pura-pura lupa. Oke, saya sebutkan beberapa merknya, agar Anda tidak begitu amnesia ya. Sebut saja Nokia, Blackberry, Sony Ericsson, Siemens, dan lain sebagainya. Apakah masa kejayaan ponsel-ponsel fitur tersebut Anda memikirkan tentang dapur pacu, atau prosesor dengan kecepatan tertentu.

Saya yakin tidak, kecuali jika Anda adalah orang yang sangat antusias & memiliki ketertarikan luar biasa dengan telpon genggam.

Nah, tetapi kenapa ya, di era ponsel yang semakin canggih seperti sekarang menjadikan Chipset mempunyai peran yang sangat penting? Bahkan ada beberapa yang bilang, bahwa Prosesor adalah ruh dari sebuah Smartphone. Sepenting itukah?

Nah, mari kita kupas tipis-tipis. Di zaman dahulu, ponsel hanya menggunakan pemuatan data secara terbatas dengan memory yang kecil. Hanya beberapa Mega Bite (MB). Itulah pula yang menjadi salah satu alasan kenapa Handphone-handphone di zaman dahulu mempunyai ukuran yang sangat kecil & compact.

Kenapa bisa begitu? Yes, karena teknologi ponsel di zaman dahulu masih sangat terbatas, dengan reset yang memerlukan waktu secara berkesinambungan untuk melakukan berbagai upgrade & inovasi.

Kecanggihan ponsel di zaman sekarang, sudah semakin berkembang & lebih dekat dengan teknologi yang terdapat pada PC atau komputer. Resource Android memungkinkan para developer aplikasi & game menciptakan berbagai macam aplikasi yang mempunyai kualitas tinggi dengan kecepatan & grafis yang terlihat semakin nyata.

Untuk mendapatkan hasil yang semakin nyata & semakin berguna untuk mengerjakan berbagai tugas, maka reset terus berlanjut & perkembangannya semakin pesat.

Oleh karana itulah diperlukan Chipset yang kencang & semakin pintar untuk menopang berbagai macam aplikasi & program yang semakin beragam. Gambar di atas adalah gambaran bagaimana chipset mengoperasikan berbagai aspek penting di dalam sebuah smartphone.

Hal ini sangat berbeda dibandingkan zaman featured phone yang mengandalkan fungsi multimedia lebih terbatas seperti memainkan musik dengan MP3, memutar video berformat 3gp, serta browsing secara mobile menggunakan aplikasi Opera Mini, disokong dengan jaringan Edge atau 3G. Sesimpel itu.

3. Kapasitas Baterai yang Super Mini

baterai doublepower untuk memaksimalkan hp kentang dengan baterai yang boros
credit: shopee

Untuk versi HP Kentang berkaitan dengan baterai, kasusnya sedikit berbeda. Kita tidak bisa meng-kambinghitam-kan featured phone. Karena sebagaimana yang kita ketahui, featured phone bahkan mempunyai ketahanan baterai yang luar biasa awetnya.

Beberapa featured phone mampu bertahan hingga berhari-hari dengan penggunaan normal sehari-hari. Jadi di sini kita tidak bisa meng-kentang-kan featured phone melalui jalur ketahanan baterai. Jadi ponsel macam apa yang perlu kita beri labeh ponsel kentang?

Jawabannya adalah ponsel-ponsel Android di generasi awal.

Ponsel Android generasi awal mempunyai kapasitas baterai yang tidak kecil dibandingkan featured phone yang sempat berjaya beberapa tahun sebelumnya. Tetapi tidak dapat dipungkiri, semakin kompleksnya program-program yang dijalankan oleh Android, menyebabkan kapasitas baterai yang mirip dengan featured phone ini terasa cepat tersedot habis.

Ponsel-ponsel Android di generasi pertama ini pada umumnya mempunyai kapasitas baterai Antara 1000-1500mAh. Tidak sedikit apabila dipasang pada perangkat ponsel fiturfon. Tetapi tidak cukup untuk menjalankan OS berbasis Linux yang bernama Android.

Di zaman awal kemunculan Android ini, baterai double power mulai muncul di pasaran sebagai salah satu reaksi pasar dalam menyiasati baterai dalam menjalankan OS Android yang cukup boros daya. Nah, jika Anda termasuk salah satu orang yang pernah menggunakan Baterai double power, maka selamat!

Anda adalah salah satu manusia yang sempat menjumpai betapa kentang perangkat Android di zaman sewindu yang lampau.

4. Contoh HP Kentang

hp yang termasuk hp kentang karena memori penyimpanan yang teramat kecil untuk sekarang
credit: TurboSquid

Pada urutan yang keempat ini pasti Anda tidak menyangka, bahwa smartphone dari Sony kami kategorikan sebagai salah satu HP kentang. Tetapi percayalah, karena ini adalah hasil pengalam true story dari admin. Jadi ceritanya, Sony Xperia Play mimin beli ketika itu di tahun 2013.

Ketika itu ekspektasi admin sudah cukup tinggi sih. Karena pada zaman itu, handphone Android dengan desain gaming setahu admin cuma Xperia Play.

Bayangkan saja, sebuah perangkat Android, mempunyai tombol fisik dengan letak & desain disesuaikan seperti ala-alat stage (stik) pada Playstation. Yah, lebih dekatnya seperti PSP, namun ukurannya yang lebih kecil.

Tentu saja ekspektasi admin sudah teramat tinggi kan. mempunyai sebuah sebuah gadget, yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi, ponsel pintar, serta sekaligus sebagai perangkat nge-game.

Hal itu cukup dalam satu genggaman saja. Dan tentu saja, ketika itu harganya sudah turun. Dan admin membelinya hanya sekitar 1 Juta rupiah ketika itu. Jadi, worth it sekali pokoknya bagi orang yang ingin mempunyai ponsel keren & experience gaming yang lebih maksimal karena ada stik fisiknya.

Tetapi apa kabar dengan realitanya? Di awal-awal, admin merasa sangat puas dengan barang yang Ada. Untuk main game raja banget, karena performanya kencang dengan sokongan prosesor Snapdragon yang paling ngebut, di 2 tahun sebelumnya.

Tetapi setelah penggunaan beberapa hari, masalah mulai muncul. Yes, aspek HP jadul atau HP kentang di ponsel ini mulai terpampang nyata!

Coba Anda tebak, kira-kira Ada di mana?

Ada pada RAM & Storagenya cuy. Ketika itu, pada masa antara tahun 2013-2014 ini masih bisa admin akali dengan menghapus beberapa aplikasi bawaan, serta memindahkannya ke memory SD Card. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya mimin  sadar diri.

Ponsel pintar yang mimin elu-elukan dalam 1 tahun terakhir ini tidak bisa dipakai lebih lama lagi. Asal para pembaca sekalian ketahui. Storage penyimpanan Xperia yang terdapat pada Sony Xperia Play ini hanya 400 MB cuy.

Iya betul, mimin tidak salah ketik, memory internalnya 400 Mega Bite. Bukan Giga bite loh yah.

Jadi sudah mulai kebayang-kan. Untuk apa memory internal yang hanya segitu. Tidak lebih dari 4 game yang bisa diinstal di ponsel paling keren ini. Haha. Mimin sebenarnya masih sangat suka dengn desain dan konsepnya.

Hanya saja, itu tadi semua jeroan yang ditanam di dalam perangkat ini super cupu untuk zaman sekarang. RAM-nya juga hanya setengah GB. Namun menurut mimin perangkat ini sudah cukup keren untuk bermain game.

Sisi cupunya hanya dapat terdeteksi di penyimpanan internalnya saja sih. Karena dengan RAM hanya setengah giga, semua jenis game HD pada masa itu masih bisa dilidas dengan baik cuy. Keren tidak tuh.

Tapi tetap saja ni HP tetap ada kentang-kentangnya karena storagenya yang bikin kesel.

Mungkin pengalaman dari teman-teman pembaca sekalian berbeda dengan admin. Mimin hanya menceritakan pengalaman pribadi terkait aspek kekentangan pada salah satu HP yang pernah admin gunakan. Jadi, ini bukan pakem ya, masih bisa diganggu gugat dengan pengalaman teman pembaca sekalian. Upgrade ROM jadi 128 GB mungkin. Hehe.

5. HP Android Keluaran 2012 ke Bawah

hp Android keluaran 2011
credit: Internet Information

Mungkin nomor 5 ini menjadi semacam kesimpulan final ya. Admin mematok tahun dari 2012 ke bawah, karena  nyaris 90% ponsel yang diluncukran pada rentang tahun tersebut mempunyai spesifikasi yang bisa dibilang kentang parah. Tentunya perbandingannya apabila untuk penggunaan di tahun 2020 ini ya.

Bayangkan saja, sekelas ponsel flagship pada kala itu mempunyai kapasitas RAM hanya 1 GB. Dengan prosesor yang baru dual core. Contohnya seperti flagship keluaran Samsung pada tahun 2012.

Samsung Galaxy S3 mempunyai dibenami dengan prosesor terbaru yang support Quad Core. Tetapi sekarang, salah satu ponsel terbaik ketika itu harus rela berubah status menjadi HP kentang karena aplikasi-aplikasi & OS di zaman sekarang yang semakin memerlukan penyimpanan lega dengan Chipset terbaru untuk meminimalisir lag & nge-freeze.

Namun sekarang beberapa brand Tiongkok berlomba-lomba menelurkan Handphone Android dengan spesifikasi yang berusah dimaksimalkan. Salah satu pemain baru yang baru eksis sekitar 5 tahun belakangan Adalah Xiaomi. Brand ini menelurkan beberapa ponsel pintar dengan spesifikasi yang cukup mumpuni.

Berikut artikel terkait apabila Anda tertarik untuk membeli salah satu dari HP Xiaomi Tipe Redmi Note:

Update Harga Xiaomi Redmi Note 5, 7, 8 & 9 tahun 2020 + Spesifikasi. Mana yang paling cocok Untuk kamu?

Kesimpulan

memainkan hp kentang yang jadul
credit: freepik

Jadi kesimpulan apa yang bisa diambil setelah melihat beberapa HP kentang, jadul namun menggoda di masanya?

Kesimpulan yang cukup masuk akal adalah dengan tidak menjadikan HP-HP jadul teman-teman pembaca sekalian sebagai daily driver. Karena apa?

Karena HP jadul akan lebih sering membuat Anda frustasi, terutama bagi Anda yang sangat suka sekali dengan game, multitasking, atau sekedar nonton Youtube dengan kualitas HD.

Ponsel ini adalah ponsel yang mungkin membawa kenangan indah bagi Anda. Namun jadikanlah dia sebagai sebuah ponsel yang mungkin bisa diadikan kenang-kenangan atau alat bernostalgia sekedar sesekali. Mungkin Anda bisa menggunakannya sebagai daily driver, apabila Anda memang tidak memerlukan kemampuan multimedia & medsos di dalamnya.

Penggunaan secara konvensional seperti sekedar berkirim SMS, atau melakukan panggilan telpon tidak akan terganggu dengan Anda menggunakan HP kentang. Di jamin, Anda masih lancar melakukan 2 kegiatan reguler itu.

Jadi semua itu kembali ke masing-masing dari kita, mau menggunakan HP jadul tersebut untuk hal-hal yang konvensional masih sangat bisa. Namun, apabila Anda menggunakannya untuk intensitas yang sering, intens, bahkan untuk bisinis.

Maka suatu hal yang pelu bagi Anda untuk melakukan Upgrade HP agar semua dapat berjalan dengan lancar. Mungkin Anda bisa membeli beberapa prosuk terbaru, atau bisa juga membeli yang second namum dengan spesifikasi HP yang masih lumayan.

Seperti Prosesor yang ngebut, Kapasitas RAM minimal 3 GB, Penyimpanan yang lebih dari 32 GB, serta tentu saja dengan ketahanan baterai yang cukup awet agar Anda tidak keseringan membawa powerbank kemanapun Anda pergi.

Tergantung selera Anda, mau memilih brand jenis apapun. Boleh Samsung, Huawei, Sony, Oppo, Vivo, Xiaomi, Realme, Redmi, Lenovo, Asus, Razerphone, atau bahkan Iphone itu terserah Anda. Yang terpenting adalah Anda nyaman ketika menggunakannya.

Oke, demikianlah penjelasan mengenai HP Kentang & beberapa HP Jadul yang sempat menuangkan jutaan rasa bagi para penggunanya. Nah, kira-kira para teman-teman pembaca sudah pernah menggunakan HP kentang merk dengan tipe apa saja? Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Leave a Comment